Tuesday, 18 August 2026

MATERI AJAR SELASA 18 AGUSTUS 2026, KELAS 2 ZAID BIN TSABIT

 


KELAS 2 SUMATIF HARIAN MATEMATIKA, SELASA 18 AGUSTUS 2026



Identitas


Nama Guru :Istn Ettyi, S.Pd.

Hari/ Tanggal : Selasa/ 18 Agustus 2026

Fase/Kelas : A/Kelas 2 Zaid Bin Tsabit

Mata Pelajaran : Matematika

Materi : Bilangan Cacah sampai dengan 50

Pertemuan ke : -
🕌
Pembukaan Pembelajaran

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh! 👋

Selamat pagi, anak-anak sholih dan sholihah kesayangan Ibu Guru! Sebelum belajar hari ini, yuk berdoa dulu bersama-sama.


رَبِّ زِدْنِي عِلْمًا وَارْزُقْنِي فَهْمًا

"Rabbi zidnii 'ilman warzuqnii fahmaa"

Artinya: "Ya Allah, tambahkanlah ilmu kepadaku dan berilah aku pemahaman yang baik." Aamiin. 🤲


Allah SWT berfirman dalam Al-Qur'an Surah Maryam ayat 93–94, bahwa Allah telah menghitung jumlah seluruh makhluk-Nya dengan hitungan yang sangat teliti. Hari ini kita akan belajar membandingkan bilangan dengan teliti, seperti seorang anak sholih dan sholihah yang cermat dalam belajar. 🌟

Yuk, sekarang kita mulai belajar! 🎉

MATEMATIKA · Kelas 2 SD
RINGKASAN MATERI DAN CONTOH SOAL MATEMATIKA SUMATIF HARIAN
🎯 Capaian Pembelajaran (Rujukan CP Terbaru 2026)

Mengacu pada Capaian Pembelajaran Matematika Fase A (Kelas 1–2 SD) yang berlaku, pada domain Bilangan disebutkan bahwa pada akhir fase ini peserta didik diharapkan memiliki intuisi bilangan (number sense), mampu membaca dan menulis bilangan cacah, menentukan nilai tempat, membandingkan, serta mengurutkan bilangan hingga cakupan tertentu sesuai jenjangnya.

Untuk Bab 1 kelas 2 ini, capaian tersebut difokuskan pada lingkup bilangan cacah sampai dengan 50, sebagai fondasi sebelum peserta didik melanjutkan ke bilangan yang lebih besar pada bab berikutnya.
🌟 Tujuan Pembelajaran & Pelaksanaannya dalam Kegiatan Belajar

Berikut rincian Tujuan Pembelajaran (TP) Bab 1 beserta bagaimana setiap TP diwujudkan dalam kegiatan kelas, dikategorikan menjadi Mindful (berkesadaran), Meaningful (bermakna), dan Joyful (menyenangkan):Menghitung dan membaca banyak benda sampai dengan 50 dengan tepat.🧘 Mindful: Murid diajak berdoa dan merenungkan makna Al-Qur'an Surah Maryam ayat 93–94 tentang ketelitian Allah dalam menghitung, sebagai motivasi untuk berhitung dengan teliti.
💡 Meaningful: Murid menghitung jumlah teman yang hadir di kelas dan benda-benda nyata di sekitarnya (kelereng, lidi), sehingga belajar berhitung terasa relevan dengan kehidupan sehari-hari.
🎉 Joyful: Permainan "Tebak Jumlah Benda" secara berkelompok membuat kegiatan menghitung terasa menyenangkan dan kompetitif secara sehat.
Menulis dan mengelompokkan lambang bilangan sampai dengan 50.🧘 Mindful: Murid berlatih menulis angka dengan sabar dan teliti mengikuti arah goresan yang benar.
💡 Meaningful: Murid menuliskan lambang bilangan sesuai banyak benda nyata yang mereka lihat sendiri, sehingga simbol angka terhubung langsung dengan jumlah konkret.
🎉 Joyful: Permainan "Dikte Bilangan" dan "Sortir Bilangan" membuat aktivitas menulis dan mengelompokkan angka menjadi tantangan seru antarkelompok.
Mengidentifikasi dan menulis nilai tempat puluhan dan satuan pada bilangan cacah sampai 50.🧘 Mindful: Murid diajak fokus mengamati pola pengelompokan sepuluhan pada ikatan lidi sebelum menyimpulkan nilai tempatnya.
💡 Meaningful: Murid mempraktikkan langsung nilai tempat dari nomor rumah, tanggal lahir, atau nomor telepon bersama orang tua di rumah.
🎉 Joyful: Permainan "Tebak Nilai Tempat" dan "Susun Bilangan" membuat konsep abstrak nilai tempat menjadi mudah dan menyenangkan untuk dipahami.
Membandingkan dua bilangan atau lebih.🧘 Mindful: Murid diajak berpikir tenang dan sistematis, membandingkan nilai puluhan terlebih dahulu sebelum satuan.
💡 Meaningful: Murid membandingkan jumlah uang saku atau jumlah mainan miliknya sendiri, sehingga konsep lebih besar/lebih kecil terasa dekat dengan pengalaman pribadi.
🎉 Joyful: Permainan "Perang Kartu Bilangan" dan "Baris Bilangan" menjadikan kegiatan membandingkan dan mengurutkan bilangan sebagai permainan kompetitif yang seru.
🧭 Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)

Keempat Tujuan Pembelajaran di atas dicapai secara bertahap melalui rangkaian kegiatan berikut:Tahap 1 – Mengenal & Menghitung: Murid menghitung benda konkret dari 1 sampai 25, dilanjutkan 26 sampai 50 menggunakan strategi mengelompokkan menjadi sepuluhan.
Tahap 2 – Menulis Lambang Bilangan: Murid berlatih menuliskan angka 1–50 dengan arah dan bentuk yang benar, lalu mengelompokkannya berdasarkan kriteria tertentu (genap-ganjil, satu/dua angka, dsb).
Tahap 3 – Nilai Tempat: Murid mengidentifikasi nilai puluhan dan satuan menggunakan benda konkret, kemudian menuliskannya dalam bentuk penguraian (misalnya 37 = 30 + 7).
Tahap 4 – Membandingkan & Mengurutkan: Murid belajar menggunakan simbol >, <, dan =, lalu mengurutkan tiga bilangan atau lebih dari yang terkecil ke terbesar maupun sebaliknya.
Tahap 5 – Asesmen Sumatif: Mengukur ketercapaian keempat kriteria pembelajaran secara menyeluruh.
📖 Materi: Bab 1 – Bilangan Cacah sampai dengan 50

Bab ini membahas empat kompetensi utama seputar bilangan cacah 1–50, yaitu: cara menghitung dan membaca banyak benda, menuliskan lambang bilangan dengan benar, memahami nilai tempat puluhan dan satuan, serta membandingkan dan mengurutkan bilangan menggunakan simbol >, <, dan =.
⏱️ Alokasi Waktu

2 x 35 menit (1 kali pertemuan)
🧩 Model dan Metode PembelajaranModel: Pembelajaran Kontekstual (Contextual Teaching and Learning) dipadukan dengan Pembelajaran Berbasis Permainan (Game-Based Learning) — dipilih karena cocok untuk membangun number sense murid kelas 2 lewat pengalaman konkret dan permainan yang menyenangkan.
Metode: Ceramah interaktif, demonstrasi, tanya jawab, kerja kelompok, dan permainan edukatif.
🧮 Media dan Alat PeragaBenda konkret: lidi, kelereng, kancing baju
Kartu bilangan 1–50
Kartu nilai tempat (puluhan dan satuan)
Papan tulis dan spidol
Televisi/LCD untuk menayangkan video pembelajaran
Buku Matematika Masmedia (buku pegangan siswa)
Lembar kerja siswa (LKS)
🔄 PEMBUKAAN: Review Materi Sebelumnya

Sebelum masuk ke materi baru, yuk kerjakan dulu 5 soal Benar/Salah berikut untuk mengingat kembali materi berhitung bilangan sampai 20 di kelas 1! Tulis B jika pernyataan benar, atau S jika salah.Bilangan setelah 9 adalah 10. ( ... )
Jika kita punya 8 kelereng lalu diberi 2 kelereng lagi, jumlahnya menjadi 11. ( ... )
Urutan bilangan dari kecil ke besar yang benar adalah 5, 3, 7, 2. ( ... )
Bilangan 15 dibaca "lima belas". ( ... )
Angka 20 lebih kecil daripada angka 18. ( ... )

Kunci jawaban review: 1) B, 2) S (jawabannya 10), 3) S (urutan benar 2, 3, 5, 7), 4) B, 5) S (20 lebih besar dari 18)
🎬 INTI PEMBELAJARAN: Video dan Penjelasan

Yuk simak dulu video pembelajaran berikut sebagai pengantar materi hari ini:

📺 Video: Mengenal Bilangan Cacah Kelas 2 SD
Ringkasan Materi:

1. Menghitung dan Membaca Bilangan sampai 50
Menghitung berarti menyebutkan bilangan secara berurutan tanpa ada yang terlewat atau dihitung dua kali. Contoh sehari-hari: saat menghitung jumlah teman sekelas yang hadir, atau menghitung jumlah pensil warna yang dimiliki.

2. Menulis Lambang Bilangan sampai 50
Setiap bilangan punya lambang (angka) yang khas dan harus ditulis dengan urutan goresan yang benar, misalnya angka 2 dan 5 sering tertukar jika tidak berhati-hati. Contoh: menuliskan angka pada label harga mainan di warung sekolah.

3. Nilai Tempat Puluhan dan Satuan
Setiap bilangan dua angka tersusun dari angka puluhan (kiri) dan angka satuan (kanan). Contoh: bilangan 35 terdiri dari 3 puluhan (30) dan 5 satuan (5). Bayangkan 3 ikat sedotan (isi 10 tiap ikat) ditambah 5 sedotan lepas — itulah bilangan 35!

4. Membandingkan dan Mengurutkan Bilangan
Untuk membandingkan dua bilangan, lihat dulu nilai puluhannya. Jika puluhan sama besar, baru bandingkan satuannya. Gunakan simbol > (lebih dari), < (kurang dari), dan = (sama dengan). Contoh: saat membandingkan jumlah uang saku, 25 > 18 karena 25 lebih banyak daripada 18.
📝 PENUTUP: Asesmen Formatif
A. Pilihan Ganda (10 soal)

Tingkat mudahAngka setelah 24 adalah ....
a. 23 b. 25 c. 20
Bilangan "tiga puluh tujuh" ditulis dengan angka ....
a. 73 b. 30 c. 37
Ada 15 kelereng. Kelereng tersebut dibaca ....
a. lima belas b. lima puluh c. satu lima
Bilangan yang lebih besar dari 20 adalah ....
a. 18 b. 12 c. 29
Simbol untuk "sama dengan" adalah ....
a. > b. = c. <

Tingkat sedangPada bilangan 42, angka 4 bernilai ....
a. 4 satuan b. 4 puluhan c. 40 satuan
Bilangan yang tersusun dari 2 puluhan dan 6 satuan adalah ....
a. 62 b. 26 c. 20
Urutan bilangan dari yang terkecil adalah ....
a. 15, 9, 22 b. 9, 15, 22 c. 22, 15, 9

Tingkat sukarDoni punya 18 kelereng, lalu diberi 9 kelereng lagi oleh kakaknya. Sekarang kelereng Doni berjumlah ....
a. 27 b. 26 c. 29
Manakah pernyataan yang benar?
a. 33 < 29 b. 41 > 38 c. 45 = 40
B. Isian Singkat (5 soal)

Tingkat mudah–sedangBilangan 19 dibaca ..........
Bilangan yang terletak setelah 29 adalah ..........
Pada bilangan 48, angka satuannya adalah ..........

Tingkat sukarSusunlah bilangan 12, 40, 8, dan 25 dari yang terbesar ke terkecil: ..........
Nia mempunyai 2 ikat lidi (isi 10 tiap ikat) dan 6 lidi lepas. Banyak lidi Nia seluruhnya adalah ..........
C. Esai (5 soal)

Tingkat mudahTuliskan lambang bilangan dari "empat puluh lima" dan jelaskan cara membacanya!
Sebutkan nilai puluhan dan satuan dari bilangan 26!

Tingkat sedangRani mempunyai 14 pensil, kemudian dibelikan ibunya 8 pensil lagi. Berapa jumlah pensil Rani sekarang? Tuliskan cara menghitungmu!

Tingkat sukarBandingkan bilangan 38 dan 43 menggunakan simbol >, <, atau =. Jelaskan alasanmu!
Perhatikan 27 buah mangga dan 32 buah rambutan. Hitunglah dan tuliskan lambang bilangan masing-masing buah, lalu bandingkan mana yang lebih banyak. Jelaskan caramu menentukan jawaban!
🔑 Kunci Jawaban

Pilihan Ganda:
1. b 2. c 3. a 4. c 5. b 6. b 7. b 8. b 9. a 10. b

Isian Singkat:
1. sembilan belas
2. 30
3. 8
4. 40, 25, 12, 8
5. 26 (2 puluhan + 6 satuan)

Esai:
1. 45, dibaca "empat puluh lima"
2. 2 puluhan (20) dan 6 satuan (6)
3. 14 + 8 = 22 pensil
4. 38 < 43, karena nilai puluhan 3 lebih kecil dari 4
5. Mangga 27, rambutan 32. Karena 32 > 27, maka rambutan lebih banyak. (Kebijakan guru terhadap variasi penjelasan cara siswa menjawab)
✅ Kesimpulan

Melalui pembelajaran Bab 1 ini, murid kelas 2 telah belajar menghitung dan membaca bilangan sampai 50, menuliskan lambangnya dengan benar, memahami nilai tempat puluhan dan satuan, serta membandingkan dan mengurutkan bilangan menggunakan simbol >, <, dan =. Kemampuan ini menjadi fondasi penting sebelum melanjutkan ke materi bilangan yang lebih besar pada bab berikutnya.
📋 Refleksi PengajaranKendala Pembelajaran:
Tindak Lanjut:
Siswa yang Sudah Paham: ..........................................................
Siswa yang Belum Paham: ..

Friday, 14 August 2026

MATERI AJAR JUMAT 14 AGUSTUS 2026, KELAS 2 ZAID BIN TSABIT

 

KELAS 2 MATERI BAHASA INDONESIA, JUM'AT 14 AGUSTUS 2026

📖 Jurnal Belajar Kelas 2

Menceritakan Kembali Cerita yang Telah Dibaca

Nama GuruIstni Etty
Hari / TanggalJum'at, 14 Agustus 2026
Fase / KelasA / 2
Mata PelajaranBahasa Indonesia
Pertemuan Ke-8
MateriMenelaah & Menceritakan Kembali Cerita
1

🌤️ Apersepsi — Mengingat Kebesaran Allah

Sebelum belajar, yuk kita ingat bahwa Allah punya banyak sifat yang luar biasa. Tiga di antaranya berkaitan dengan pelajaran kita hari ini.

🌱 Allah Maha Mencipta (Al-Khaliq)
"...Yang telah menciptakan segala sesuatu dengan sebaik-baiknya..."
QS. As-Sajdah ayat 7
🛡️ Allah Maha Memelihara (Al-Hafiz)
"...dan tidak ada suatu makhluk melata pun di bumi, melainkan Allah-lah yang memberi rezekinya dan Dia mengetahui tempat berdiam dan tempat penyimpanannya..."
QS. Hud ayat 6
🍎 Allah Maha Pemberi Rezeki (Ar-Razzaq)
"Sesungguhnya Allah, Dialah Maha Pemberi Rezeki yang memiliki kekuatan lagi sangat kokoh."
QS. Az-Zariyat ayat 58
Kaitannya dengan pelajaran hari ini: Allah menciptakan kita masing-masing dengan cerita hidup yang berbeda-beda, lengkap dengan perasaan senang, sedih, marah, dan takut. Allah juga menjaga dan memelihara kita setiap hari. Salah satu rezeki yang Allah berikan adalah kemampuan berbahasa — kemampuan mendengar, mengingat, dan menceritakan kembali sebuah cerita. Dengan pandai menceritakan kembali, kita bisa berbagi pelajaran hidup dan belajar berempati pada perasaan orang lain. Itu semua adalah nikmat yang patut kita syukuri.
2

🎯 Capaian Pembelajaran (CP)

Murid memahami informasi dari teks nonsastra berbentuk teks aural (teks yang dibacakan dan/atau didengarkan) berupa percakapan yang berkaitan dengan diri, keluarga, dan/atau lingkungan sekitar; serta memahami pesan teks sastra berbentuk teks aural.

3

🧭 Tujuan Pembelajaran (TP)

Pemahaman TeksMemahami informasi dari teks nonsastra berbentuk teks aural (percakapan) yang berkaitan dengan diri, keluarga, dan/atau lingkungan sekitar.
Berkesadaran (Mindful Learning)Menelaah tokoh dan jenis perasaan yang dialami tokoh dalam sebuah cerita yang dibacakan.
Bermakna (Meaningful Learning)Dengan menelaah tokoh dan perasaannya, murid lebih memahami isi cerita dan belajar berempati terhadap perasaan orang lain.
4

🪜 Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)

Murid dapat:

  • 1Mengenal dan memahami makna berbagai perasaan.
  • 2Mengidentifikasi dan menelaah ekspresi wajah perasaan dalam sebuah karya sastra.
  • 3Memahami penggunaan huruf kapital pada suatu kalimat.
  • 4Memahami fungsi tanda baca titik pada kalimat.
  • 5Menuliskan kalimat pujian, pemberitahuan, dan petunjuk.
  • 6Menuliskan kalimat ajakan, tolong, penolakan, dan permintaan maaf.
  • 7Menelaah tokoh dan jenis perasaan dalam sebuah cerita.
  • 8Menceritakan kembali cerita yang telah dibaca.HARI INI
5

🎭 Model / Metode Pembelajaran

Pembelajaran Berbasis Pengalaman (Experiential Learning) dipadukan dengan Bermain Peran (Role Play). Murid menyimak percakapan sederhana tentang diri, keluarga, dan lingkungan sekitar, lalu memerankannya bersama teman.

6

📚 Penjabaran Materi

a. Video Pembelajaran

b. Apa itu "Menceritakan Kembali"?

Menceritakan kembali artinya menyampaikan ulang sebuah cerita yang sudah kita dengar atau baca, menggunakan kata-kata kita sendiri. Kita tidak perlu menghafal kata demi kata — cukup ingat bagian-bagian pentingnya saja.

Perasaan Tokoh dalam Cerita

😊Senang
😢Sedih
😠Marah
😨Takut

Langkah Menceritakan Kembali

  • 👂
    Dengarkan atau baca cerita dengan penuh perhatian dari awal sampai akhir.
  • 🧑‍🤝‍🧑
    Ingat siapa saja tokoh dalam cerita dan perasaan yang mereka rasakan.
  • 🔢
    Ingat urutan cerita: apa yang terjadi di awal, tengah, dan akhir.
  • 🗣️
    Ceritakan kembali dengan bahasamu sendiri, secara urut dan jelas.

✨ Cerita Hari Ini: "Momo yang Pemberani"

Suatu pagi, Momo si kucing kecil merasa takut karena harus menyeberangi sungai kecil untuk mencari makan. Setelah menarik napas dan memberanikan diri, Momo berhasil menyeberang. Di seberang sungai, Momo menemukan 4 ekor ikan. Momo merasa senang sekali. Ia lalu memberikan 1 ekor ikan kepada temannya, si burung Kiki, yang sedang lapar. Momo pun pulang dengan hati gembira karena sudah berbagi.

c. Asesmen Formatif — Jawablah pertanyaan berikut berdasarkan cerita "Momo yang Pemberani" di atas.

MUDAH

1. Siapa nama tokoh utama dalam cerita di atas?

  • A. Kiki
  • B. Momo
  • C. Rara
  • D. Dodo
Lihat Kunci Jawaban
MUDAH

2. Bagaimana perasaan Momo sebelum menyeberangi sungai?

  • A. Senang
  • B. Marah
  • C. Takut
  • D. Bosan
Lihat Kunci Jawaban
SEDANG

3. Berapa ekor ikan yang ditemukan Momo di seberang sungai?

  • A. 2 ekor
  • B. 3 ekor
  • C. 4 ekor
  • D. 5 ekor
Lihat Kunci Jawaban
SEDANG

4. Urutan cerita yang benar adalah...

  • A. Momo senang → Momo takut → Momo menyeberang
  • B. Momo takut → Momo menyeberang → Momo menemukan ikan
  • C. Momo menemukan ikan → Momo takut → Momo menyeberang
  • D. Momo pulang → Momo takut → Momo menyeberang
Lihat Kunci Jawaban
SULIT

5. Momo menemukan 4 ekor ikan, lalu memberikan 1 ekor kepada Kiki. Berapa sisa ikan Momo sekarang?

  • A. 1 ekor
  • B. 2 ekor
  • C. 3 ekor
  • D. 4 ekor
Lihat Kunci Jawaban
7

🌈 Kesimpulan / Refleksi

Hari ini kita belajar bahwa menceritakan kembali berarti menyampaikan ulang sebuah cerita dengan kata-kata sendiri, secara urut dari awal, tengah, hingga akhir, sambil mengingat siapa tokohnya dan bagaimana perasaannya. Kemampuan ini membantu kita berbagi cerita dengan orang lain dan belajar memahami perasaan sesama, sebagai wujud syukur atas nikmat berbahasa yang Allah berikan.

🤔 Coba ceritakan ulang kisah "Momo yang Pemberani" kepada Ayah atau Bunda di rumah, ya!
💛 Perasaan apa yang paling sering kamu rasakan hari ini? Mengapa?
Selamat belajar, anak-anak hebat! 🌟
Kelas 2 — Fase A · Bahasa Indonesia · Pertemuan ke-8

Thursday, 13 August 2026

MATERI AJAR KAMIS 13 AGUSTUS 2026, KELAS 2 ZAID BIN TSABIT

 📖✨

Menelaah Tokoh & Jenis Perasaan
dalam Sebuah Cerita

🌸
👩‍🏫 Nama Guru
Istni Etty
📅 Hari / Tanggal
Kamis, 13 Agustus 2026
📘 Fase / Kelas
A / 1 (Kelas 1)
📚 Mata Pelajaran
Bahasa Indonesia
🎯 Materi
Menelaah Tokoh dan Jenis Perasaan dalam Sebuah Cerita
🔢 Pertemuan Ke
7
🌙Pembuka & Apersepsi
لَقَدْ كَانَ فِي قَصَصِهِمْ عِبْرَةٌ لِأُولِي الْأَلْبَابِ
— QS. Yusuf : 111 —
✨ Kaitannya dengan pembelajaran hari ini:
Ayat ini mengajarkan bahwa dalam kisah-kisah (cerita) terdapat banyak pelajaran bagi kita. Saat kita menyimak sebuah cerita, kita tidak hanya mendengar kata-kata, tetapi juga bisa merasakan apa yang dirasakan oleh tokoh-tokoh di dalamnya. Hari ini kita akan belajar menelaah tokoh dan jenis perasaan yang mereka alami, agar kita bisa lebih memahami cerita dan belajar berempati terhadap perasaan orang lain. 🤗
🎯Capaian Pembelajaran (CP)

Memahami informasi dari teks nonsastra berbentuk teks aural (teks yang dibacakan dan/atau didengarkan) berupa percakapan yang berkaitan dengan diri, keluarga, dan/atau lingkungan sekitar; dan memahami pesan teks sastra berbentuk teks aural.

🌟Tujuan Pembelajaran (TP)
  • Memahami informasi dari teks nonsastra berbentuk teks aural (teks yang dibacakan dan/atau didengarkan) berupa percakapan yang berkaitan dengan diri, keluarga, dan/atau lingkungan sekitar.
  • Menelaah tokoh dan jenis perasaan yang dialami tokoh dalam sebuah cerita yang dibacakan. (Mindful Learning / Berkesadaran)

🌱 Dengan menelaah tokoh dan perasaannya, kalian akan lebih memahami isi cerita dan dapat belajar berempati terhadap perasaan orang lain. (Meaningful Learning / Bermakna)

📌Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)

Murid dapat:

  1. Mengenal dan memahami makna berbagai perasaan.
  2. Mengidentifikasi dan menelaah ekspresi jenis wajah perasaan dalam sebuah karya sastra.
  3. Memahami penggunaan huruf kapital pada suatu kalimat.
  4. Memahami fungsi tanda baca titik pada kalimat.
  5. Menuliskan kalimat pujian, pemberitahuan, dan petunjuk.
  6. Menuliskan kalimat ajakan, tolong, penolakan, dan permintaan maaf.
  7. Menelaah tokoh dan jenis perasaan dalam sebuah cerita. ⬅️ (Hari ini!)
  8. Menceritakan kembali cerita yang telah dibaca.
🎭Model / Metode

Pembelajaran Berbasis Pengalaman (Experiential Learning) dan Bermain Peran (Role Play) dengan menyimak dan memerankan percakapan sederhana tentang diri, keluarga, dan lingkungan sekitar.

📖Penjabaran MateriPertemuan 7

🎬 Video Pembelajaran

Simak video tentang tokoh dan perasaan dalam cerita, lalu diskusikan bersama teman!

🧸 Apa itu Tokoh?

Tokoh adalah orang, hewan, atau benda yang muncul dan berperan dalam sebuah cerita. Tokoh bisa kita kenali dari nama, sifat, dan apa yang mereka lakukan di dalam cerita.

📌 Contoh

Dalam cerita "Kancil dan Buaya", tokohnya adalah Kancil dan Buaya. Kancil cerdik dan Buaya yang mudah tertipu.

❤️‍🩹 Apa itu Jenis Perasaan?

Perasaan adalah apa yang dirasakan oleh tokoh dalam cerita. Perasaan bisa terlihat dari kata-kata, tindakan, atau ekspresi wajah tokoh.

😊Senang
😢Sedih
😡Marah
😨Takut
😞Kecewa
🤩Bahagia
😰Cemas
😲Kaget
📌 Contoh

🌻 "Rina tersenyum lebar saat melihat ibunya datang menjemput." → Rina merasa senang / bahagia.

🌧️ "Andi menunduk dan menangis pelan." → Andi merasa sedih.

🔍 Cara Menelaah Tokoh & Perasaan

  • 👂 Perhatikan dialog — apa yang dikatakan tokoh?
  • 👀 Perhatikan aksi — apa yang dilakukan tokoh?
  • 🗣️ Perhatikan nada bicara — bagaimana tokoh berbicara?
  • 😊 Perhatikan ekspresi — bagaimana raut wajah tokoh?

💡 Ingat!

Setiap tokoh dalam cerita memiliki perasaan yang berbeda-beda. Dengan memahami perasaan tokoh, kita bisa lebih menghargai cerita dan belajar berempati pada orang lain di kehidupan nyata. 🌈

📝Asesmen FormatifPilihan Ganda · Isian · Esai

PGPilihan Ganda5 soal
1. Tokoh dalam cerita "Kancil dan Buaya" adalah …
a. Kancil dan Buaya b. Kancil dan Kura-kura c. Buaya dan Kura-kura d. Kancil dan Rusa
2. Perasaan yang dirasakan ketika melihat teman berhasil adalah …
a. Iri b. Senang c. Marah d. Takut
3. "Andi menangis tersedu-sedu." Perasaan Andi adalah …
a. Senang b. Sedih c. Marah d. Takut
4. Tokoh utama dalam cerita biasanya adalah …
a. Tokoh yang paling jahat b. Tokoh yang paling sering muncul c. Tokoh yang paling tua d. Tokoh yang paling kaya
5. "Wajah Rina berseri-seri." Perasaan Rina adalah …
a. Sedih b. Marah c. Bahagia d. Takut
✏️Isian3 soal
1. Tokoh adalah __________ dalam sebuah cerita.
2. Perasaan yang muncul ketika seseorang tidak mendapatkan apa yang diinginkan adalah __________.
3. Ekspresi wajah yang menunjukkan perasaan takut adalah __________.
📝Esai2 soal
1. Jelaskan apa yang dimaksud dengan tokoh dalam cerita! Berikan contohnya!
2. Ceritakan pengalamanmu saat merasakan perasaan senang! Apa yang membuatmu merasa senang?

✨ Klik tombol "Lihat Jawaban" untuk mengecek jawabanmu!

💭Kesimpulan & Refleksi

📌 Kesimpulan Materi Hari Ini

  • Tokoh adalah pelaku dalam cerita (bisa manusia, hewan, atau benda).
  • Jenis perasaan adalah apa yang dirasakan tokoh, seperti senang, sedih, marah, takut, dan lainnya.
  • Kita bisa menelaah tokoh dan perasaannya dengan memperhatikan dialog, aksi, nada bicara, dan ekspresi.
  • Dengan memahami perasaan tokoh, kita belajar berempati dan lebih memahami isi cerita.

⚠️ Kendala Pembelajaran Hari Ini

  • Beberapa murid masih perlu bimbingan dalam membedakan jenis perasaan yang mirip, seperti kecewa dan sedih.
  • Masih ada yang kesulitan mengekspresikan perasaan tokoh melalui ekspresi wajah saat bermain peran.
  • Perlu pengulangan dan contoh-contoh yang lebih dekat dengan keseharian murid.

✅ Capaian Tujuan Pembelajaran Hari Ini

  • Murid mampu mengenal dan memahami makna berbagai perasaan dalam cerita.
  • Murid mampu mengidentifikasi tokoh dan jenis perasaan yang dialami tokoh dalam cerita yang dibacakan.
  • Murid mulai menunjukkan empati terhadap perasaan tokoh dan menghubungkannya dengan pengalaman sehari-hari.

🌟 Pesan Guru

Setiap cerita memiliki banyak pelajaran. Dengan memahami tokoh dan perasaannya, kita tidak hanya pintar membaca, tetapi juga pintar merasakan. Teruslah belajar dengan gembira dan jadilah anak yang berempati! 💖


MATERI AJAR SELASA 18 AGUSTUS 2026, KELAS 2 ZAID BIN TSABIT

  KELAS 2 SUMATIF HARIAN MATEMATIKA, SELASA 18 AGUSTUS 2026 Identitas Nama Guru :Istn Ettyi, S.Pd. Hari/ Tanggal : Selasa/ 18 ...